April 30, 2009

HOLLIE STEEL: GADIS CILIK YANG MENGGUNCANG BRITAIN’S GOT TALENT

Setelah Susan Boyle (47 thn) tampil memukau dan mengejutkan dunia, kini giliran Hollie Steel mengguncang penonton dalam ajang pencarian bakat Britain’s Got talent.

Hollie Steel masih berusia 10 tahun. Tubuh kurusnya dibalut pakaian balet berwarna ungu. Ketika memasuki arena lomba, Hollie memeragakan tarian baletnya. Sesaat tim juri dan penonton terkejut dengan aksi Hollie tersebut. Sejauh ini memang belum pernah ada suguhan balet semacam itu.

Simon Cowell, sang juri, bahkan mulai tak sabar. Dia lalu memberikan aba-aba dengan tangan kirinya agar Hollie segera menyanyi.

Ketika kemudian gadis cilik itu mulai menyanyi, seketika gemuruh suara penonton. Mereka terkejut dengan lantunan suara Hollie. Begitu pula keempat juri yang hadir: Simon Cowell, Amanda Holden and Piers Morgan. Standing applaus dilakukan penonton.

Hollie melantunkan lagu I Could Have Dance All Night. Sebuah lagu yang muncul dalam film musikal My Fair lady tahun 1964. Film itu dibintangi Audrey Hepburn. Sedangkan yang melantunkan vokalnya Julie Andrews.

Siapakah Hollie Steel?

Gadis cilik kelahiran 1988 ini putri pasangan Jason Steel dan Nina Steel yang menetap di Lancashire. Pada awalnya mereka lebih memilih kakak Hollie yang bernama Joshua untuk tampil dalam ajang pencarian bakat ini.

“Kami memilih Josh karena usianya sudah 15 tahun. Rasanya dia lebih tepat mendapatkan kesempatan itu untuk menyalurkan bakatnya. Kami justru tidak benar-benar berpikir tentang karir Hollie di usianya yang kesepuluh itu,” kata Nina, sang ibu.

Keraguan sang ibu itu disebabkan Hollie belum sembuh benar dari sakitnya. Kondisi kesehatannya memburuk dan suaranya pun serak.

Sejak kecil Hollie memang sering sakit. Terutama radang paru-paru. Saat berusia 4 tahun, penyakit itu hampir merenggut nyawanya. Kondisinya sangat kronis.

“Itulah saat antara hidup dan mati. Dokter berpikir dia tidak mungkin sembuh,” kata Nina mengenang masa kecil Hollie.

Selama 3 bulan Hollie terbaring di rumah sakit Manchester Royal Children’s Hospital. Radang paru-paru yang diderita Hollie memang parah. Paru-parunya dipenuhi cairan sehingga harus dilakukan operasi. Beruntung saat kritis itu berhasil dilaluinya. Tetapi salah satu paru-parunya tidak berfungsi.

Kini dia tercatat sebagai murid sekolah dasar di Oakhill College, Whalley, Lancashire.

Pembaca Budiman

Andaikan Anda menyaksikan penampilan Hollie Steel, tentu sepakat untuk menilai penampilan yang luar biasa itu. Kekaguman kita mungkin semakin bertambah dengan riwayat penyakit yang pernah diderita Hollie.

Sebelumnya kita juga dikejutkan dengan suara emas Susan Boyle. Perempuan yang secara fisik tidak cantik itu berhasil memukau masyarakat dunia. Bahkan kriteria yang telah lama melekat dalam ajang lomba seperti itu agaknya telah berubah. Kriteria seperti: cantik, ganteng, dan lain-lain, berubah dengan hadirnya pribadi-pribadi yang tangguh dan percaya diri, meski terdapat kekurangan dalam fisiknya.

Susan Boyle tidak cantik dan salah satu paru-paru Hollie Steel tidak berfungsi. Tetapi Tuhan Yang Maha Kuasa telah menunjukkan bahwa ketidaksempurnaan bukanlah halangan untuk terus maju.

Tentu kita berharap agar ajang lomba semacam itu, yang sering diadakan di negeri ini, juga memberikan kesempatan kepada anak-anak bangsa yang memiliki ketidaksempurnaan.

Kita telah lama disuguhi ajang lomba Kontes Dangdut Indonesia (KDI), Indonesian Idol, Mamma Mia, Idola Cilik, dll. Ajang lomba tersebut tentu saja bagus dalam menjaring bakat-bakat generasi muda. Tentu saja secara kualitas masih perlu disempurnakan.

Tetapi yang penting adalah terbukanya semua kesempatan terhadap figur yang secara fisik tidak sempurna.

Di sisi lain, ajang lomba semacam itu hendaknya tidak dijadikan alat untuk mengeruk keuntungan sepihak. Terutama pihak panitia yang menyelenggarakan acara. Sementara peserta yang telah menguras waktu dan tenaganya tidak terlalu diperhatikan lagi kelanjutan karirnya.

Sebagai contoh, Kontes Dangdut Indonesia (KDI) telah beberapa kali diselenggrakan. Kalau tidak salah telah memasuki jilid 4.

Namun yang patut disesalkan adalah alumni atau para pemenang dari KDI 1 hingga yang terakhir tidak begitu diketahui lagi perkembangan karirnya.

Apakah mereka berhasil mengembangkan karirnya atau tenggelam begitu saja, tidak diketahui secara persis. Yang ada adalah munculnya peserta-peserta baru.

Hal ini patut disesalkan. Mereka yang telah masuk 10 besar dalam setiap lomba tentu memiliki kualitas suara yang bagus. Tetapi tidak bermakna lagi jika tidak didukung sebuah manajeman yang secara khusus mengelola karir mereka.

Padahal, setiap ajang lomba yang diselenggarakan menghasilkan keuntungan besar bagi panitia. Konon kabarnya, KDI 1 berhasil meraup keuntungan 25 milyar. Kabarnya pula, sebagian mobil anggota panitia berubah baru dan mewah.

Tetapi finalis yang masuk 10 besar hingga kini tidak diketahui lagi. Setidaknya dari jarangnya kemunculan mereka di layar TV. Nama-nama seperti: Safar, Nasar, Eka Bima, Maya, Siti, dll, tidak lagi kedengaran.

Andaikan keuntungan yang diraih panitia juga mengedepankan masa depan finalis, tentu mereka masih tetap eksis dalam berkarir di dunia hiburan.

Memang ada anggapan bahwa panitia lomba memberi jalan kepada bibit muda untuk tampil profesional.

Itu benar. Tetapi ketika kemudian lomba telah selesai, panitia tidak lagi bertanggung jawab untuk kelanjutan karir peserta yang menjadi finalis. Inilah yang sangat disayangkan.

Dengan kata lain, janganlah ajang lomba menjadi alat untuk mengeruk keuntungan panitia semata. Sedangkan para finalis tidak lagi diperhatikan.

BaNi MusTajaB

www.lintasberita.com

April 28, 2009

wanna share about manohara's story?

oops, I'm sorry I can't tell something about her right now.
but In the other time, I will...


any opinion??

First,
sasri said...

i don't know what's in her mother's mind...
how could she let mano just in case like that, she's only 17 years old like us.
i think good mom would never do same thing like giving her young daughter without any complex reason.


April 13, 2009

Dimana tempat favorit temen-temen nongkrong/berkumpul?

Pertanyaan ini muncul sesaat aku tengah biasa menikmati pemandangan tempat ini sepulang dari les intensif kelas malam "Operasi Dewa Pendidikan",(klo kata Zulfi-red). Kebetulan tempat ini merupakan center dari pertemuan ruas Jalan Pemuda, Imam Bonjol, Jenderal Sudirman, Pandanaran. Sudahkah temen-temen bisa menebak tempat ini?

Ya, tempat yang saya maksud adalah Tugu Muda. Bangunan yang didirikan untuk mengenang peristiwa Pertempuran Lima Hari di Semarang ini rupanya sudah mulai rame dijadikan sarana berkumpul muda-mudi Semarang. Biasanya mereka merupakan komunitas jamak alias rombongan yang ingin banyak bercerita sambil menikmati pemandangan alam terbuka yang menarik.



Seperti pengalaman saya di atas dengan teman-teman rombongan semasa smp yang terbersit untuk mencoba kenyamanan tempat ini. Padahal pada mulanya kami sempat bingung menentukan tempat yang pas untuk berkumpul, dan atas usulan beberapa teman akhirnya diputuskan untuk mencobanya. Tempat ini saya rasa sudah mulai digemari karena dengan adanya taman di sekitar tugu membuat nuansa berkumpul menjadi lebih pas.

Tidak rugi jika temen-temen mau mencobanya, selain
feel kumpul dapet, Anda juga bisa mencari angle foto yang mudah dan pas untuk dijadikan dokumentasi. Selain menghimbau temen-temen untuk mencoba, saya juga berharap temen-temen yang datang ke lokasi nanti bisa memelihara fasilitas yang sudah ada, jangan sampai kita seperti parasit yang mengambil berkahnya tetapi menyakiti lingkungan sekitar. Mari kita bersama-sama memelihara yang sudah ada sehingga nantinya tempat yang bisa menjadi salah satu solusi untuk kegiatan positif kumpul bareng ini malah ditutup hanya karena kita dinilai melanggar/merusak peraturan pembudidayaan lingkungan.

lets check it out...!!

April 12, 2009

Reality Show "Tukar Nasib"

sudah lama gag nyapa blogger mania ya? maaf ya emang buatku menyempatkan waktu buat intens nulis gag bisa selalu muncul. Tapi jika emang pas keinginan itu ada, waktu apapun akan aku sempatkan, termasuk sekarang ini yang aku relakan membagi konsentrasi nulis dengan episode terakhir "Cinta Fitri Season 3" yang aku sempet lirik-lirik sedikit...hahaha=D



Kembali ke judul, pernah denger atau nonton acara reality show "Tukar Nasib" di SCTV belum? Acara ini disiarkan setiap Sabtu&Minggu pukul 16.30.
Pada mulanya saya juga tidak sengaja menonton acara ini, secara umum acara ini menceritakan pertukaran nasib dua keluarga antara kalangan yang mampu dan yang kurang selama 3 hari. Acara ini memposisikan nasib keluarga yang mampu pada keadaan sehari-hari yang dialami oleh keluarga yang kurang, begitu sebaliknya. Jadi dari semua fasilitas hingga kegiatan mencari nafkah sehari-hari masing-masing kepala keluarga harus dijalankan oleh tiap-tiap keluarga.

Saya cukup tertarik dengan acara ini terutama saat dalam benak saya terpikir, "apakah sanggup keluarga mampu yang biasa tercukupi semua fasilitas keseharian mereka menghadapi keadaan yang berputar 180' dengan kebiasaan itu?" Sesaat pikiran saya tertuju pada anak-anak si keluarga yang berkisar ukuran remaja, karena secara emosional jelas mereka sangat tidak siap. Jadi figur Ayah&ibu mereka lah yang sangat berperan disini. Dimana peran Beliau yang bisa mengangkat moral anak-anak mereka untuk bisa menghargai setiap "kelebihan"yang biasa mereka nikmati. Yang menarik pula, ternyata acara ini terlaksan dengan mendaftarkan secara sukarela. Yang menarik lagi, ternyata alasan masing-masing kepala keluarga(mampu) mendaftar acara ini karena mereka ingin memberi pelajaran positif buat anak-anak mereka, terutama kebersamaan dalam keluarga mereka. sangat bijak saya rasa.

Itu hal positif dari keluarga mampu, lalu bagaimana dengan manfaat keluarga yang kurang dalam kondisi yang "berlebih" sekarang? Itu masih yang saya sayangkan, karena dengan tersedianya fasilitas yang ada justru membuat kegiatan mereka yang sehari-harinya bekerja keras malah menjadi tidak efisien dengan diisinya kegiatan mereka dengan bersenang-senang, seperti: piknik, bermain ke objek wisata, dinner di resto favorit. Sungguh bertolak belakang dari jadwal acara dalam keluarga satunya. Meski saya sempat menebak kalau mungkin jadwal sengaja diatur seperti ini karena ingin memanjakan "sejenak" keluarga yang kurang tadi. Tetapi tentunya saya berharap jika jadwal bersenang-senang mereka bisa diefektifkan.

Sejenak ini yang maw aku tulis, maaf yang biasanya aku mencoba untuk writing on English skrg jadi back to Indonesia. Mudah-mudahan setiap apa yang aku tulis adalah ciri dari diriku.
selamat menikmati =D.